Januari-Februari:Berani Lawan Trump, Perdagangan China ke AS Surplus

Ilustrasi Amerika Serikat Dan China Perang Dagang --
DISWAYPROBOLINGGO.ID.Amerika Serikat, Minggu 04 April 2025.Akhirnya Terjadi Juga perang dagang China dan Amerika Serikat dimulai saat kedua negara saling menetapkan tarif impor dengan persentase tinggi.
Pada Rabu02 April 2025, Presiden Donald Trump menetapkan tarif resiprokal sebesar 34 persen untuk China. Kebijakan tersebut mulai berlaku 9 April.
BACA JUGA:Buronan ICC:BenjaminNetanyahu Masih Bisa Nyantai ke Hungaria
BACA JUGA:Agenda Membalas Di Persiapkan:Eropa ke Trump Soal Perang Tarif
Dimana pada hari ini, Jumat,04 April 2025.China membalas kebijakan Trump dengan menetapkan tarif impor untuk seluruh barang dari AS sebesar 34 persen. Aturan ini berlaku mulai 10 April.
"Tindakan AS tak sejalan dengan aturan perdagangan internasional, sangat merugikan hak dan kepentingan sah China, dan merupakan contoh khas dari intimidasi sepihak," demikian pernyataan resmi pemerintah China.
BACA JUGA:Perang Rusia-Ukraina Akan Selesai:Zelensky,Vladimir Putin Keadaan Kritis
BACA JUGA:Efek Ketidaknyamanan Inflasi AS :Wall Street DiGoyang Aksi Jual Masif
Kebijakan China merupakan langkah yang tergolong cepat dan responsif.Peneliti Senior di Foundation for Defense of Democracies di AS Craig Singleton mengatakan jika pemimpin China Xi Jin Ping menolak terlibat perang dagang, tekanan akan meningkat dari AS.
"Jika ia terlibat terlalu cepat, ia berisiko terlihat lemah. Tidak seorang pun (pemimpin) ingin terlihat menyerah terlebih dahulu, tetapi penundaan dapat memperdalam kebuntuan,"Ujarnya.
BACA JUGA:Agenda Membalas Di Persiapkan:Eropa ke Trump Soal Perang Tarif
BACA JUGA:China Paling Kacau:Karena Perang Dagang Bersambung: Trump
Di luar saling serang tarif, neraca dagang Negeri Tirai Bambu ke AS surplus.
Menurut laporan Trading Economics pada Januari-Februari 2025, surplus perdagangan China melonjak jadi US$170,52 miliar naik dari periode yang sama di tahun sebelumnya dengan US$142,4 miliar.
Peningkatan tajam ini sebagian besar karena penurunan barang masuk ke China sebesar 8,4 persen, sementara, ekspor tumbuh 2,3 persen.
Pada 2024, China juga mencatat surplus perdagangan sebesar US$992 miliar.
BACA JUGA:KECEMASAN UKRAINA:Kedaulatannya Terancam
BACA JUGA:BIANG KELADINYA : Para Demonstran AS-Eropa Kecam Elon Musk
Dalam Hal ini, menurut laporan situs resmi AS, ekspor barang AS ke China pada 2024 mencapai $143,5 miliar, turun 2,9 persen dari tahun 2023.
Sumber: