Keterangan Analis Fuul :IHSG Turun 2%

Keterangan Analis Fuul :IHSG Turun 2%

Foto:Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Di Bursa Efek Indonesia, Jakarta--

DISWAYPROBOLINGGO.ID.Jakarta, Jum'at 21 Maret 2025.Dengan Situasi Tidak nyamanPara Pelaku Bisnis Terjadi gejolak yang terjadi di Tanah Air membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir sesi I hari ini berada di zona merah.

 

BACA JUGA:Militer Rusia Total Kuasai Wilayah Kursk :Minta Ribuan Tentara Ukraina Menyerah

BACA JUGA:Militer Rusia Total Kuasai Wilayah Kursk :Minta Ribuan Tentara Ukraina Menyerah

 

IHSG terpantau telah terkoreksi 2,14% ke angka 6.245,15 pada penutupan perdagangan hari ini,dengan turnover Rp8,71 triliun.

 

Untuk sektoral, hanya sektor teknologi yang mengalami penguatan sebesar 0,96%. Sementara 10 sektor lainnya berada di zona merah.

Sektor cyclical tertekan paling dalam yakni 3,02%, diikuti oleh sektor sektor basic industrial yang melemah 2,87%, serta sektor non-cyclical yang turun 2,41%.

Pelemahan yang terjadi pada IHSG pada sesi I ini cukup mengkhawatirkan karena sempat turun di bawah level 6.200 atau tepatnya sekitar 6.218 dengan pelemahan lebih dari 2,5%.

Ambruknya IHSG di siang hari ini terjadi baik diakibatkan karena faktor domestik maupun eksternal.

Ekonom Bank Danamon, Hosianna Situmorang mengungkapkan bahwa kombinasi faktor global dan domestik menjadi penyebab ambruknya IHSG.

BACA JUGA:KECEMASAN UKRAINA:Kedaulatannya Terancam

BACA JUGA:Prediksi Dolar AS Akan kehilangan Status Totalitas: Bank Teratas Dunia

 

Dari sisi global, bank sentral AS (The Fed) menurunkan proyeksi pertumbuhan AS dan menaikkan estimasi inflasi, yang mempersempit ruang pemangkasan suku bunga dan meningkatkan risiko staglasi. Sentimen negatif juga datang dari pelemahan pasar AS dan Eropa serta ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah, yang mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan risiko inflasi global.

Di sisi lain, arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia masih berlanjut seiring dengan penguatan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Selain itu, ketidakpastian kebijakan fiskal dalam negeri serta isu-isu terkait stabilitas pemerintahan membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset domestik.

"Dengan kondisi tersebut, investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang lebih aman, mempercepat aliran modal keluar dari Indonesia dan menekan IHSG lebih dalam," ujar Hosianna.

Selaras dengan Hosianna, Senior Analyst Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta juga mengatakan bahwa ketidakpastian global dan domestik masih cukup tinggi.

Dari sisi global, tensi perdagangan AS dengan mitranya serta kebijakan suku bunga The Fed masih menjadi perhatian. Sedangkan dari dalam negeri, dinamika politik serta ekonomi menjadi patut menjadi perhatian.

Terkhusus dari domestik, Nafan menegaskan bahwa kebijakan fiskal pemerintah termasuk penurunan penerimaan pajak, isu Sri Mulyani yang mundur, hingga RUU TNI yang bisa memperluas peran militer dan mengurangi supremasi sipil di lembaga sipil tampak menjadi penekan IHSG.

BACA JUGA:Runtuhnya Kurs Rupiah: Tembus Rp 17.000, Karena Keadaan Korupsi Di BUMN.

BACA JUGA:Mobil Listrik Tesla Jadi Korban : Efek Perang dagang Ciptaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

 

Ekonom PT Sucor Sekuritas, Ahmad Mikail menyampaikan hal serupa bahwa turunnya IHSG hari ini bersamaan dengan indeks global yang ditutup melemah serta was was yang terjadi di dalam negeri.

Selain itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga menjadi pemberat IHSG hari ini.

Terpantau BBCA mengalami depresiasi sebesar 3,58% ke level Rp8.075 per lembar saham di tengah momen ex date dividen yang jatuh hari ini.

Sumber: