Pakar Ekonom Tegur Pemerintahan Donald Trump History Tarif Naik Picu 'The Great Depression'Picu 'The Great

Foto: Presiden Amerika Serikat Mengeluarkan Tarif Dagang Membuat Pusing Sedunia --
BACA JUGA:Buronan ICC:BenjaminNetanyahu Masih Bisa Nyantai ke Hungaria
BACA JUGA:Dolar AS Saat Ini:Nilai Tukar Rupiah
Tarif ini tidak mencegah impor untuk terus tumbuh pada tahun-tahun berikutnya.
The great depressionPada 1929, profesor Harvard George Roorbach menulis: "Sejak berakhirnya Perang Saudara (1865), saat Amerika Serikat berada di bawah sistem perlindungan yang hampir tanpa gangguan, perdagangan impor kita telah berkembang pesat."
Roorbach kemudian menambahkan bahwa fluktuasi perdagangan impor tampaknya lebih terkait dengan faktor-faktor selain naik turunnya tarif.
Setahun kemudian, Amerika di bawah kepemimpinan Herbert Hoover kembali memperketat tarif.
Undang-Undang Tarif Smoot-Hawley tahun 1930 paling diingat karena memicu perang dagang global dan memperdalam Depresi Besar (The Great Depression), demikian menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional.
BACA JUGA:AKAN MENDARAT BURSA SAHAM TAHUN 2025 :OJK Respons Perusahaan BUMN
BACA JUGA:BIANG KELADINYA : Para Demonstran AS-Eropa Kecam Elon Musk
Keith Maskus dari Universitas Colorado kemudian menambahkan bahwa kenaikan tarif adalah salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya Depresi Besar, selain banyak faktor rumit lain.
Berakhirnya Perang Dunia Kedua menandai dimulainya era baru dalam perdagangan. Era ini ditandai oleh ratifikasi perjanjian perdagangan bebas GATT pada tahun 1947 oleh 23 negara, termasuk Amerika Serikat.
Perjanjian tersebut jadi pondasi pengembangan perdagangan internasional dengan mengenakan bea masuk yang lebih moderat.
Momentum tersebut dipertahankan oleh Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) antara Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, yang mulai berlaku pada 1994.
BACA JUGA:Rupiah Akan Babak Belur:Perang Dagang Dimulai Besok
BACA JUGA:Akhirnya Mewujudkan Rekor Termahal :Harga Emas Hari Ini
Sumber: