Direktur Utama BEI Mundur:Menjadi Sorotan Media Asing

Jumat 30-01-2026,19:26 WIB
Reporter : KANS HABSHI
Editor : KANS HABSHI

"Sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, dan sebagai bentuk tanggung jawab saya atas apa yang terjadi dua hari lalu, saya mengumumkan pengunduran diri saya dari posisi ini," kata Rachman kepada wartawan, muat Nikkei.

"Saya harap ini yang terbaik untuk pasar modal Indonesia, dan saya harap pasar kita dapat membaik di masa depan,"Katanya.

Komentar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers terpisah juga dimuat.Hartanto mengatakan bahwa pemerintah akan memantau manajemen BEI untuk memastikan penekanan yang lebih besar pada tata kelola yang baik. Hartato menambahkan bahwa "demutualisasi" bursa saham akan dipercepat tahun ini, sejalan dengan peta jalan yang diuraikan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan 2023. Demutualisasi adalah ketika perusahaan mutual yang dimiliki oleh anggotanya berubah menjadi bisnis yang dimiliki oleh pemegang saham.

 

"Demutualisasi bursa saham akan membuka (pintu) bagi investasi termasuk dari Danantara dan lembaga lainnya," kata Hartarto, merujuk pada dana kekayaan negara yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto Februari lalu.

 

"Dan demutualisasi... dapat menyebabkan bursa saham go public," tegasnya.

 

"Ini adalah transformasi struktural untuk mengurangi konflik kepentingan di bursa saham antara eksekutif bursa dan anggota, dan untuk mencegah praktik pasar yang tidak sehat," Tutupnya.

 

Kategori :