Warning Dolar AS:Jerman Tiba-Tiba Warning Waspada!

Warning Dolar AS:Jerman Tiba-Tiba Warning Waspada!

Foto: Presiden Amerika Serikat Donald Trump --

DISWAYPROBOLINGGO.ID.Paman Sam, Jum'at 30 Januari 2026.Keadaan  dolar Amerika Serikat (AS) sebagai mata uang cadangan global, berisiko dipertanyakan dalam waktu dekat. Peringatan ini disampaikan Otoritas Pengawasan Keuangan Federal Jerman (BaFin) dalam laporan perkiraan tahunan terbarunya.

BaFin menilai dolar AS menghadapi sejumlah tekanan serius, mulai dari potensi kekurangan likuiditas, meningkatnya guncangan geopolitik, hingga risiko politisasi lembaga-lembaga keuangan.

BACA JUGA:Namanya 'Klub Nuklir':NATO Minggir! Dunia Punya Geng Baru

BACA JUGA:Namanya 'Klub Nuklir':NATO Minggir! Dunia Punya Geng Baru

Kondisi tersebut dinilai dapat menggerus kepercayaan pasar global terhadap peran dolar.

"Risikonya tetap ada bahwa pasar akan mempertanyakan peran dolar AS sebagai mata uang cadangan global," kata Presiden BaFin, Mark Branson, dalam laporan yang dirilis Rabu waktu setempat, seperti dikutip RT, Jumat 30 Januari 2026.

Mark secara khusus menyoroti dampak politisasi terhadap stabilitas sistem keuangan internasional. Menurut Branson, "upaya drastis untuk mempolitisasi lembaga-lembaga", berpotensi merusak efektivitas kerja sama global, terutama ketika dunia menghadapi krisis ekonomi atau keuangan.

BACA JUGA:Respons:Obama-Clinton Imigrasi Trump 'Bunuh' Warga

BACA JUGA:Menjadi Ketakutan Donald Trump:China Makin Ganas

Peringatan BaFin muncul di tengah pelemahan tajam dolar AS. Pada Selasa lalu, Indeks Spot Dolar Bloomberg mencatat penurunan harian terbesar sejak April tahun lalu. Saat itu, pasar bereaksi terhadap agenda tarif global yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, yang kembali memicu ketidakpastian kebijakan ekonomi Washington.

BaFin juga menegaskan kekhawatirannya terhadap potensi "kekurangan likuiditas" akibat eskalasi geopolitik. Risiko ini disebut sebagai faktor "yang sangat penting" dan dapat memicu tekanan mendadak di pasar keuangan global.

BACA JUGA:Hamas:Amnesty Internasional Sebut Lakukan Kejahatan Kemanusiaan

BACA JUGA:Ekstrem Sangat Lebat, BMKG Minta Warga Waspada

Dalam Hal ini, Bloomberg melaporkan para pedagang semakin agresif memasang posisi taruhan terhadap pelemahan dolar AS. Sentimen pasar terhadap prospek jangka panjang dolar disebut berada pada level paling pesimistis sejak Mei 2025.

Sumber: