Karena Aksi Profit:Taking,Harga Emas Jatuh
Foto:Aksi Profit Taking Buat Harga Emas Terlempar--
DISWAYPROBOLINGGO.ID.Jakarta,Jum'at 16 Januari 2026.Pemasaran Logam Mulia ,Harga emas turun pada perdagangan Kamis 15 Januari 2026. Pelemahan ini terjadi karena aksi profit taking setelah harga emas bergerak di dekat rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).
BACA JUGA:Mulia Hari ini:Harga Emas Antam Logam Mulia Meluncur Rp13.000
BACA JUGA:Kasus Chromebook:Hakim Minta Jaksa Serahkan Hasil Audit ke Nadiem
Harga emas hari ini terlihat jatuh 0,84% ke level US$ 4.587,72 per ons troi saat berita ditulis. Dalam sepekan terakhir, harga emas telah naik 2,49% dan sepanjang 2026 telah menguat sebesar 7,11%.Analisis Dupoin Futures Andy Nugraha menilai, struktur teknikal emas saat ini berada dalam kondisi yang sangat konstruktif. Kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan bahwa tren bullish pada emas semakin menguat.
“Harga emas mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan kunci, yang menandakan dominasi pembeli masih sangat kuat,” tulis Andy dalam risetnya, Kamis 15 Januari 2026.
BACA JUGA:Sidang Nadiem Makarim:Hakim Tegur Tentara
BACA JUGA:Tidak Terdaftar:Orang Terkaya,Punya Rp101 Triliun, Mengapa Haji Isam
Dalam proyeksi jangka pendeknya, Andy menilai bahwa jika tekanan bullish tetap terjaga, emas berpotensi melanjutkan reli menuju area US$ 4.650. Level ini menjadi target lanjutan yang merefleksikan kelanjutan momentum naik setelah harga mendekati rekor tertingginya.
Dalam Hal ini, Andy juga mengingatkan bahwa pasar yang bergerak di dekat puncak historis cenderung rentan terhadap aksi profit taking. Jika harga gagal mempertahankan momentumnya dan mulai terkoreksi, maka zona US$ 4.565 dipandang sebagai area support terdekat yang dapat menahan tekanan jual.Dari sisi fundamental, Andy menambahkan, kenaikan emas mendapat dukungan kuat dari meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah Presiden Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan atas penindasan keras terhadap para demonstran di Iran.AS dilaporkan memindahkan staf militernya, sementara pemerintah Iran memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak membantu serangan apa pun. Trump bahkan membatalkan seluruh pertemuan dengan pejabat Iran dan menjanjikan ‘bantuan’ kepada para demonstran, sebuah pernyataan yang memicu spekulasi luas di pasar.“Lingkungan seperti ini biasanya mendorong investor untuk mencari perlindungan di aset safe haven seperti emas,”Ungkapnya Andy.
Independensi The Fed
Selain faktor geopolitik, kekhawatiran terkait independensi Federal Reserve turut menambah daya tarik emas. Ketua Fed Jerome Powell mengungkapkan bahwa bank sentral telah menerima surat panggilan dari Departemen Kehakiman AS terkait kesaksiannya mengenai pembengkakan biaya proyek renovasi gedung Fed di Washington.
Powell menyebut langkah tersebut sebagai dalih untuk menekan Fed agar memangkas suku bunga. Isu ini mengguncang kepercayaan terhadap stabilitas kebijakan moneter dan memicu arus dana keluar dari aset berisiko menuju emas.
Yang Mana, data ekonomi AS memberikan sinyal yang beragam. Tingkat pengangguran AS turun menjadi 4,4% pada Desember, sementara harga produsen dan penjualan ritel menunjukkan peningkatan, yang memperkuat ekspektasi bahwa Fed dapat mempertahankan suku bunga lebih lama. Kondisi ini secara teori dapat membebani emas, karena suku bunga tinggi meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil.Juga, pelemahan Dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS justru menjadi penopang utama. Indeks Dolar AS turun ke sekitar 99,15, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun melemah ke kisaran 4,14%, membuat emas menjadi relatif lebih menarik.
Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, Andy melihat bahwa bias pasar terhadap emas masih cenderung positif. Selama Dolar AS tetap tertekan dan risiko geopolitik belum mereda, emas berpotensi tetap berada dalam jalur bullish. “Dengan peluang menguji kembali bahkan melampaui level tertinggi sebelumnya dalam waktu dekat,”Tutupnya Andy.
Sumber: