Analisa Si Amat :Suara PDIP Tinggi, Tapi Ganjar-Mahfud Mentok.

Kamis 15-02-2024,20:16 WIB
Reporter : KANS HABSHI
Editor : KANS HABSHI

D ISWAYPROBOLINGGO.Jakarta, Kamis 15 Februari 2024.Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, mencermati fakta suara PDIP masih relatif tinggi berdasarkan hitung cepat Pemilu Legislatif (Pileg), tapi justru tidak mampu mendongkrak suara paslon yang mereka usung yakni Ganjar Pranowo-Mahfud MD. 

BACA JUGA:Waspada KPPS Antisipasi:Bawaslu, Temukan 6 Masalah Pencoblosan

BACA JUGA:Hasto Menduga Ganjar Kalah Di Kandang Banteng Karena Hal Ini

Ujang menilai ada kemungkinan pemilih loyal PDIP memiliki pilihan lain untuk capres-cawapres. Sehingga perolehan suara partai tidak selaras dengan suara Ganjar-Mahfud yang menurut hasil quick count berbagai lembaga survei berada di posisi paling buncit atau urutan tiga di bawah Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin.  

"Ini artinya pemilih PDIP tidak ikut pilihan partai untuk capres-cawapres,"Ujarnya Ujang, Kamis 15 Februari 2024.

BACA JUGA:Demokrasi Tanpa Adab Dan Etika Politik: Berbahaya, YLBHI Nilai Demokrasi Akan Runtuh

BACA JUGA:Sepi Konvoi:Saat Sri Sultan HB X Mensyukuri Kampanye Pemilu 2024.

Ujang menjelaskan memang wajar bila ada perbedaan pilihan partai dan pilihan terhadap capres-cawapres. Untuk pilihan partai kata Ujang, kader-kader yang menyentuh akar rumput sudah menjalin keterikatan yang sangat erat dengan pemilihnya sejak lama. Bahkan jauh-jauh hari sebelum Pemilu.

Sementara capres-cawapres menurut Ujang baru berkeliling menyapa masyarakat tiga bulan pada masa kampanye. Sehingga ikatan emosional capres-cawapres dengan masyarakat tidak sekuat dengan kader-kader yang maju menjadi calon legislatif. 

BACA JUGA:TAK GENDONG KE MANA MANA? Kampanye Ganjar 'Diikutin' Jokowi

BACA JUGA:Tegaskan:Sri Mulyani ,Saya Masih Bekerja

"Capres-cawapres ini keterikatannya kan baru begitu dideklarasikan sebagai pasangan kan baru beberapa bulan lalu,"ujar Ujang.

Ujang juga menduga PDIP memang realistis untuk tidak memburu kemenangan di dua kontesasi yakni Pileg dan Pilpres. "Saya melihat di situ. PDIP yang penting jangan sampai kalah dua-duanya. Jadi strateginya memenangkan Pileg, enggak apa-apa Pilpres kalah," kata Ujang menambahkan.

BACA JUGA:ABU ABU WARNANYA:Kampanye Jokowi

BACA JUGA:Era Jokowi: Apresiasi Kebijakan Pangan & Pertanian

Kategori :