GAZA:Israel Diserang Lagi , 12 Orang Tewas

Sabtu 31-01-2026,19:11 WIB
Reporter : KANS HABSHI
Editor : KANS HABSHI

DISWAYPROBOLINGGO.ID.Gaza,Sabtu 31 Januari 2026.Keadaan Wilayah Jalur Gaza kembali membara setelah serangan udara militer Israel menewaskan sedikitnya 12 warga Palestina, di mana setengah dari korban tewas tersebut merupakan anak-anak.

Eskalasi mematikan ini terjadi hanya sehari sebelum penyeberangan perbatasan Rafah dijadwalkan dibuka kembali untuk pertama kalinya sejak Mei 2024.

BACA JUGA:DITUTUP:Perkara Tabrak Jambret Hogi Laporan Dicabut Kembali

BACA JUGA:Direktur Utama BEI Mundur:Menjadi Sorotan Media Asing

Laporan dari sumber medis menyebutkan bahwa serangan udara Israel pada hari Sabtu menyasar sebuah tenda pengungsian di wilayah Mawasi, sebelah barat laut Khan Younis. Serangan brutal di zona yang sebelumnya dianggap aman tersebut merenggut nyawa tujuh warga Palestina, termasuk tiga anak-anak. Jenazah para korban langsung dievakuasi ke Kompleks Medis Nasser di Khan Younis di tengah suasana duka yang mendalam.

Kekejaman tidak berhenti di situ, serangan juga menghantam wilayah utara. Di Kota Gaza, layanan darurat melaporkan sedikitnya lima orang, termasuk seorang ibu dan anak-anaknya, tewas seketika saat rudal Israel menghantam sebuah gedung apartemen di lingkungan Remal.

Koresponden Al Jazeera, Hani Mahmoud, yang melaporkan langsung dari lokasi kejadian menggambarkan suasana mencekam saat ledakan terjadi.

BACA JUGA:Usut Korupsi Kuota Haji:KPK Informasi Bos Maktour Dibutuhkan

BACA JUGA:Direktur Utama BEI Mundur:Menjadi Sorotan Media Asing

"Kami bisa merasakan gelombang kejut dari ledakan yang diikuti oleh awan debu gelap besar yang memenuhi area tersebut, menewaskan sedikitnya lima orang di dalam apartemen residensial, termasuk seorang ibu dan anak-anak," ungkap Hani Mahmoud dalam laporannya, Sabtu 31 Januari 2026.

Selain korban jiwa, delapan warga Palestina lainnya mengalami luka-luka dalam pemboman terpisah yang menyasar gedung apartemen di lingkungan Daraj, Kota Gaza. Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat bahwa sejak gencatan senjata yang diperantarai Amerika Serikat berlaku pada 10 Oktober lalu, total warga Palestina yang tewas di tangan pasukan Israel telah mencapai sedikitnya 524 jiwa.

BACA JUGA:Noel Sampaikan Harapan: Hukum Mati Saya, Saya Komit Masalah ini

BACA JUGA:Direktur Utama BEI Mundur:Menjadi Sorotan Media Asing

Serangan berdarah ini terjadi di tengah persiapan pembukaan kembali gerbang Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir pada hari Minggu besok. Meski pembukaan ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas, Israel menegaskan akan menerapkan aturan yang sangat ketat dan terbatas.

Pihak otoritas Israel menyatakan hanya akan mengizinkan pergerakan orang secara terbatas bagi mereka yang telah lolos pemeriksaan keamanan. Tragisnya, tidak ada bantuan kemanusiaan atau pasokan logistik yang diizinkan masuk melalui jalur tersebut. Hani Mahmoud menjelaskan lebih lanjut mengenai pembatasan ketat ini di lapangan.

Kategori :