DISWAYROBOLINGGO.ID.JakartaRabu 28 Januari 2026.Memanasnya Korea Utara (Korut) ketegangan Terjadi di kawasan Asia Timur setelah meluncurkan dua rudal balistik ke arah Laut Jepang pada Selasa 27 Januari 2026. Ini hanya sehari setelah pejabat tinggi Pentagon melakukan kunjungan ke Seoul dan memuji Korea Selatan (Korsel) sebagai sekutu utama Amerika Serikat (AS).
Pemerintah Jepang melalui Kementerian Pertahanan menyatakan pihaknya mendeteksi dua objek yang diyakini sebagai rudal balistik ditembakkan dari wilayah Korut. Badan Penjaga Pantai Jepang, mengutip Kementerian Pertahanan, mengatakan kedua rudal tersebut telah jatuh ke laut. BACA JUGA:Jatuh & Terbakar:Pesawat Jet Pribadi Waktu Lepas Landas BACA JUGA:Noel Sampaikan Harapan: Hukum Mati Saya, Saya Komit Masalah ini "Kami mendeteksi dua rudal balistik dan keduanya diperkirakan sudah mendarat di perairan,"Ujarnya penjaga pantai Jepang dalam pernyataannya, dilansir AFP. Korsel juga mengonfirmasi adanya peluncuran. Kepala Staf Gabungan militer Korsel menyebut pihaknya mendeteksi sebuah "proyektil" yang ditembakkan ke arah perairan yang oleh Seoul disebut sebagai Laut Timur.BACA JUGA:Kajari Magetan Dicopot:dari Jabatannya, ketika Kejagung Bertindak
BACA JUGA:Kajari Magetan Dicopot:dari Jabatannya, ketika Kejagung Bertindak
Menurut kantor berita Jepang Jiji Press, yang mengutip sumber di Kementerian Pertahanan, kedua rudal itu jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang. Sehingga tidak memasuki wilayah perairan yang menjadi hak ekonomi Tokyo. Peluncuran terbaru ini menjadi uji coba rudal kedua Korut sepanjang bulan ini. Sebelumnya, Pyongyang juga menembakkan sejumlah rudal hanya beberapa jam sebelum pemimpin Korsel bertolak ke China untuk menghadiri pertemuan puncak. Uji coba tersebut juga terjadi sehari setelah kunjungan pejabat tinggi Departemen Pertahanan AS ke Seoul. Elbridge Colby, pejabat nomor tiga di Pentagon, melakukan lawatan tingkat tinggi ke Korea Selatan dan dalam kunjungannya memuji negara itu sebagai "sekutu teladan" bagi Washinton.BACA JUGA:Serahkan Senjata: Hamas, Bila Pendudukan Israel Diselesaikan
BACA JUGA:Barang Bukti:Disita Polri Kantor Pinjol DSI Digeledah 16 Jam
Dalam beberapa tahun terakhir, Korut memang secara signifikan meningkatkan frekuensi uji coba rudalnya. Para analis menilai langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi, sekaligus menantang Amerika dan Korsel di bidang militer.Yang Mana , rangkaian uji coba tersebut juga disebut sebagai bagian dari upaya Pyongyang menguji sistem persenjataan sebelum berpotensi mengekspornya ke Rusia, di tengah hubungan yang semakin erat antara kedua negara.Dalam Hal ini , Korut juga tengah bersiap menggelar kongres penting partai yang berkuasa dalam beberapa pekan ke depan. Kongres tersebut akan menjadi yang pertama dalam lima tahun terakhir dan diperkirakan menjadi momentum strategis bagi rezim Kim Jong Un untuk menetapkan arah kebijakan utama negara.BACA JUGA:Hamas:Amnesty Internasional Sebut Lakukan Kejahatan Kemanusiaan
BACA JUGA:Normalisasi Saudi dengan Israel :Pangeran Mohammed Bin Salman Tolak Dengan Tegas
Menjelang pertemuan besar itu, Kim Jong Un telah memerintahkan "perluasan" serta modernisasi produksi rudal di dalam negeri, sebuah langkah yang mengisyaratkan bahwa program persenjataan Korut akan terus menjadi prioritas utama pemerintah Pyongyang dalam waktu dekat.