Serukan Reformasi:Lawan Proteksionisme AS, BRICS Galang Kekuatan IMF-Bank Dunia

Serukan Reformasi:Lawan Proteksionisme AS, BRICS Galang Kekuatan IMF-Bank Dunia

Foto:Presiden Trump mengancam Kenaikan Tarif Terhadap BRICS--

DISWAYPROBOLINGGO.ID.New Delhi, Minggu 26 Januari 2026.Perkembangan  Perekonomian Semangkin Memanas Dengan ,pemimpin negara anggota BRICS menandatangani deklarasi bersama pada 21 Januari 2026 menegaskan dukungan terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka. Seluruh pemimpin negara anggota BRICS menandatangani deklarasi bersama pada 21 Januari 2026 menegaskan dukungan terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka, adil, dan inklusif sebagaimana diamanatkan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di tengah menguatnya arus proteksionisme global. 

BACA JUGA:Singapura: Peraturan Masuk Baru, Singapura Sortir Penumpang Awal Bandara Keberangkatan

BACA JUGA:Sudewo OTT: KPK Sebut Anak Buah Bupati Pati Jelaskan ,Gunakan Tarif Jabatan Perangkat Desa

Deklarasi tersebut diteken tak lama setelah India resmi mengambil alih presidensi BRICS secara bergilir pada 1 Januari 2026. Ini menjadi kali keempat New Delhi memimpin kelompok negara berkembang tersebut sejak dibentuk. Dalam masa kepemimpinannya, India mengusung tema "Membangun Ketangguhan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan" dengan pendekatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat dan menjunjung prinsip kemanusiaan di atas segalanya. 

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menilai kerja sama internal BRICS terus menunjukkan penguatan yang signifikan. Sergey memuji kepemimpinan Brasil sebagai ketua BRICS pada 2025 yang dinilainya berhasil memperkokoh fondasi kerja sama antarnegeri anggota. "Semua negara BRICS adalah mitra baik kami. Selama setahun terakhir, hubungan kami dengan masing-masing negara semakin menguat, dan fondasi untuk pengembangan kerja sama lebih lanjut di semua bidang juga semakin diperkuat," Ungkapnya Lavrov dalam konferensi pers tahunan dikutip dari Tribun India, Sabtu 24 Januari 2026. 

BACA JUGA:BADAI Angin Kencang:Waspada Hari Ini,Peringatan Dini BMKG Sabtu, 24 Januari 2026

BACA JUGA:Singapura: Peraturan Masuk Baru, Singapura Sortir Penumpang Awal Bandara Keberangkatan

Lavrov menambahkan Rusia mendukung penuh inisiatif Brasil yang mengusulkan berbagai proyek baru sekaligus melanjutkan agenda kerja sama yang telah disepakati sejak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Kazan pada musim gugur 2024. 

Dalam Hal ini, Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar menegaskan pentingnya mendorong multilateralisme yang direformasi agar lebih mencerminkan realitas global saat ini. Menurut dia lembaga-lembaga internasional seperti PBB, WTO, Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia (World Bank) harus menjadi lebih representatif dan inklusif. Deklarasi BRICS tersebut muncul di tengah meningkatnya tensi geopolitik, termasuk dengan Amerika Serikat, setelah pemerintahan Presiden Donald Trump mengancam pengenaan tarif hingga 100% terhadap negara-negara BRICS. Di sisi lain, Bank Sentral India juga mengusulkan pengaitan mata uang digital resmi negara-negara BRICS guna mempermudah transaksi lintas negara dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Saat ini, BRICS yang beranggotakan 10 negara mewakili sekitar 39 persen perekonomian global dan 24 persen perdagangan dunia.

 

Sumber: